Sunday, September 28, 2003

Waaah! Ternyata terjadi lagi sebuah berbalas puisi yang sebelumnya ada di SETARAMata#2 ini! Puisi yang kata banyak orang kontroversial dan sama sekali tidak SETARAMata karena ‘SETARAMata kan zine feminis, kok masukin puisi kayak begini?’ memang mengundang siapapun (cowok ama cewek) untuk langsung ‘menggambar’ mengikuti kalimat kalimat didalamnya dari kata kata pertama hingga terakhir. Iya kan? Ayo, ngakuuu! Heheeh!

Tapi Sayang, SETARAMata itu bukan zine feminis, anti-patriarki apalagi anti laki-laki. SETARAMata hanya ingin menghadirkan sebanyak-banyaknya sisi perempuan oleh perempuan itu sendiri. Itu saja. Makanya puisi ini ada karena menurut kita puisi ini menceritakan mengenai salah satu sisi itu tadi dengan cara yang luar biasa jujur sekaligus menggemaskan dan penuh keberanian dan kekuatan, bukan ketakutan seperti gambaran perempuan-perempuan yang katanya adalah korban sistem dan penindasan lelaki itu. See? Ternyata ada kan perempuan yang memang senang menjadikan dirinya upeti buat lelaki?

Love it or crazy about it:)

(Ecotopia Editor)

Anti Feminisme
aku perempuan
ingin dihargai, karena tubuhku indah.

aku perempuan
ingin dihargai, karena aku ada untuk dinikmati.


ini payudaraku.
dua onggokan daging berputing di balik kulit tanpa cela.
mereka tak bisa bernafas di balik baju.
mereka bilang, di sini sepi. tak ada yang memuji kecantikan kami.

maka, ini payudaraku—yang penuh, kenyal, dan putingnya mencuat.
pegang. remas. dan lahap dengan matamu.


lalu ini kelaminku.
lubang kecil di balik rambut-rambut yang melingkar.
dia tak bisa dibungkam di balik celana.
dia bilang, di sini kosong. tak ada yang merasakan kehangatanku.

maka, ini kelaminku—yang lembab, lentur, dan berbulu.
jilat. cicipi. dan jelajahi dengan jarimu.


aku perempuan
ingin dihargai, karena tubuhku indah.

aku perempuan
ingin dihargai, karena aku ada untuk dinikmati.


jadi, telanjangi aku. maini aku. gagahi aku.

karena di bawah ancamanmu
aku merasa sangat perempuan.

karena di bawah cercamu
aku merasa sangat perempuan.

karena di bawah selangkangmu
aku merasa sangat perempuan.


aku perempuan.

hidup untukmu untuk menjadi hidup.
(Violet Eye)


A Tribute to Violet Eye
aku lelaki
ingin dihargai karena bisa memilih

aku lelaki
ingin dihargai karena bisa menikmati

mana payudaramu
onggokan daging tak berdosa
yang ingin bersuara lantang dengan coklat putingnya
hanya karena tertindas oleh sebuah push up bra

mana kelaminmu
lubang kecil penuh misteri
yang memancing hasrat petualangan lelakiku
hanya karena selalu melahirkan lelaki yang baru

aku lelaki
ingin dihargai karena bisa memilih

aku lelaki
ingin dihargai karena bisa menikmati

pilih aku agar ketelanjangan tubuhmu bisa kunikmati

karena dalam pelukanmu
aku merasa lelaki

karena dalam manipulasi tubuhmu
aku menjadi lelaki

karena dalam selangkanganmu
aku adalah lelaki

aku lelaki

ingin menjadi manusia karena terlahir dari tubuh indah kaummu
(AE)




This page is powered by Blogger. Isn't yours?